Danau Kajuid
Danau kajuid
terletak dikecamatan Langgam,Kabupaten Pelalawan,Provinsi Riau.danau ini sangat
indah dengan dikelilingi pepohonan yang rindang.keindahan inilah yang membuat
Bupati Pelalawan menjadikan Danau Kajuid menjadi objek wisata.
Danau kajuwid atau Kajuid adalah dari sebuah nama pohon yang berada di sekitar lokasi pinggiran danau. Pohon yang berbuah rasa asam dan buahnya akan gugur jika musim banjir tiba. Sehingga buahnya jatuh menjadi makanan berbagai jenis ikan air tawar dan mengundang kehadiran berbagai jenis ikan dari Sungai Kampar yang tersambung ke Danau tersebut.
Musim gugur buah merupakan sebuah pertanda musim dan banyak ikan dilokasi sekitar Danau Kajuwid. Danau Kajuwid milik masyarakat adat selama ini di kelola oleh kaum adat Bathin dan ninik mamak, dilelang setiap tahun menjadi salah satu tempat mencari ikan yang dikelola secara adat. Hasilnya untuk kebutuhan adat dan keagamaan yang merupakan sumber salah satu mata pencarian masyarakat untuk mencari ikan. Sementara sistem pengelolaannya dengan pelelangan setiap tahunnya melalui lelang adat. Sedangkan hutannya dan panorama alam sekitarnya belum termamfaatkan secara maksimal, karena lokasi rawa dan belum ada fasilitas pendukung sebagai sarana prasarana dilokasi wisata tersebut
Danau kajuwid atau Kajuid adalah dari sebuah nama pohon yang berada di sekitar lokasi pinggiran danau. Pohon yang berbuah rasa asam dan buahnya akan gugur jika musim banjir tiba. Sehingga buahnya jatuh menjadi makanan berbagai jenis ikan air tawar dan mengundang kehadiran berbagai jenis ikan dari Sungai Kampar yang tersambung ke Danau tersebut.
Musim gugur buah merupakan sebuah pertanda musim dan banyak ikan dilokasi sekitar Danau Kajuwid. Danau Kajuwid milik masyarakat adat selama ini di kelola oleh kaum adat Bathin dan ninik mamak, dilelang setiap tahun menjadi salah satu tempat mencari ikan yang dikelola secara adat. Hasilnya untuk kebutuhan adat dan keagamaan yang merupakan sumber salah satu mata pencarian masyarakat untuk mencari ikan. Sementara sistem pengelolaannya dengan pelelangan setiap tahunnya melalui lelang adat. Sedangkan hutannya dan panorama alam sekitarnya belum termamfaatkan secara maksimal, karena lokasi rawa dan belum ada fasilitas pendukung sebagai sarana prasarana dilokasi wisata tersebut

Tidak ada komentar:
Posting Komentar